BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bumbu
merupakan bahan penyedap makanan atau masakan dan sifatnya tidak tahan lama
atau tidak awet. Bumbu instan pasta adalah campuran dari berbagai macam bumbu
dan rempah-rempah yang diolah dan diproses dengan komposisi tertentu. Bumbu
banyak digunakan untuk menyedapkan makanan, baik satu jenis rempah maupun
campuran kompleks yang mengandung garam, gula, atau bahan lainnya. Bumbu instan ada dua jenis yaitu bumbu instan yang
berbentuk pasta dan berbentuk kering atau bubuk. Saus merupakan penyedap
makanan yang sangat digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Saus
banyak dikonsumsi sebagai bahan pelengkap saat mengkonsumsi baso, mie pangsit
atau mie ayam, pizza, burger, maupun sebagai bahan tambahan pada nasi goreng
dan masih banyak manfaat dari saus dan saus cabai (Mulyanti, 2004).
Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis
atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai
hitam. Kebanyakan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi di PT
Indofood CBP Sukses Makmur Food Seasoning
Division Cibitung adalah rempah-rempah, di
mana penanganan pasca panen di tempat petani kurang dapat terkontrol dengan
baik. Kurangnya kontrol tersebut dapat mempengaruhi hasil produksi, salah
satunya adalah cemaran oleh mikroorganisme. Apabila bahan makanan telah
tercemar oleh mikroorganisme, mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan
kerusakan bahan pangan, yaitu terjadinya perubahan fisik dan kimia dari bahan
tersebut. Hal ini menyebabkan mutu pangan menjadi turun. Selain itu, mikroba
juga dapat menimbulkan penyakit bagi
manusia yang mengkonsumsi bahan pangan yang telah tercemar oleh mikroba. Berbagai macam uji mikrobiologi dapat
dilakukan terhadap bahan pangan meliputi uji kuantitatif mikroba untuk
menentukan mutu dan daya tahan suatu makanan, uji kualitatif bakteri pathogen untuk menentukan tingkat
keamanannya dan uji bakteri indikator untuk menentukan tingkat sanitasi makanan
tersebut. Pengujian yang dilakukan terhadap setiap bahan pangan tidak sama, tergantung
dari berbagai faktor seperti jenis dan komposisi bahan pangan, cara pengepakan
dan penyimpanan, cara penanganan dan konsumsinya, kelompok konsumen dan
berbagai faktor lainnya.
PT
Indofood CBP Sukses Makmur Food Seasoning
Division Cibitung merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi bumbu
instan pasta, sambal, dan kecap sebagai bahan unggulannya. Agar produk yang dipasarkan aman dikonsumsi
bagi konsumen dan menjaga kelangsungan pemasaran produk-produknya perlu
dilakukan analisa mikrobiologik. Untuk mengetahui dan mempelajari proses
analisa mikrobiologik produk dibandingkan dengan teori yang telah dipelajari,
maka dilakukan praktek lapang di PT Indofood CBP Sukses Makmur Food Seasoning Division Cibitung.
B. Tujuan Praktek Lapangan
1. Tujuan Umum
Praktek lapangan yang dilaksanakan di PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk Food Seasoning Division
bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa di bidang
teknologi pangan yang selanjutnya dapat dipraktekkan secara utuh dan menyeluruh
sesuai dengan kondisi dalam industri pangan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari kegiatan praktek
lapangan ini adalah untuk mempelajari secara umum aspek sistem analisa
mikrobiologik di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Food Seasoning Division dengan mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah
dipelajari selama perkuliahan dengan turut serta dalam seluruh kegiatan perusahaan.
Mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan, pemikiran, pengalaman, melatih
keterampilan, serta kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dalam
masyarakat sebelum memasuki dunia kerja. Tugas khusus dititikberatkan pada
validasi metode uji yeast dan mould dengan menggunakan Rapid Y/M. Di mana uji pembandingnya
adalah dengan menggunakan metode baku (menggunakan media DG 18).
C.
Kegunaan Praktek
Lapangan
Praktek
lapangan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat mengembangkan
kemampuan berkomunikasi dan bersikap profesional, mampu bekerjasama dan
menambah wawasan. Untuk pihak Fakultas/ khususnya Jurusan, praktek lapangan
dapat dijadikan bahan pengembangan materi perkuliahan. Bagi perusahaan, laporan
ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan.
No comments:
Post a Comment